6.29.2016

Pemupukan Kakao : “Budidaya Kece, Hasil Panen Oke”

Produktivitas kakao nasional sebesar 880 kg/ha/tahun. Jika tanaman dirawat dengan baik, produktivitasnya bisa menembus 1-2 ton/ha/tahun. Bagaimana caranya? Menurut Azwar Abu Bakar, Direktur Tanaman Rempah dan Penyegar, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), baik produksi maupun produktivitas kakao nasional periode 2011-2013 mengalami peningkatan yang cukup rendah, sebesar 4,5%/tahun. Azwar mengkhawatirkan stok bahan baku kakao yang semakin minim jika pertanaman kakao tidak dikelola dengan baik. “Empat hingga lima tahun ke depan status Indonesia akan berubah dari ekspor menjadi impor jika tidak ada upaya konkrit. Stok dalam negeri harus dijaga,” papar Azwar saat ditemui AGRINA, Rabu (27/8). 

Mencukupi?
 
Produksi kakao nasional sebesar 712 ribu ton pada 2011, meningkat menjadi 740 ribu ton pada 2012 dan mencapai 777 ribu ton pada 2013. Tahun ini produksi kakao nasional diharapkan menembus 817 ribu ton. Sementara, produktivitas pemilik nama ilmiah Theobroma cacao itu berturut-turut sebesar 808 kg/ha, 845 kg/ha, dan 880 kg/ha pada 2011-2013. 

Tahun ini produktivitas kakao diharapkan mencapai 911 kg/ha. Azwar menuturkan, “Produksi kakao nasional pada 2013 berdasarkan Statistik Ditjen Perkebunan mencapai 777 ribu ton, sedangkan data Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI), kapasitas terpakai dari 16 unit pabrik pengolahaan cokelat sebesar 324 ribu ton. Dengan demikian, kebutuhan bahan baku untuk industri pengolahaan kakao dalam negeri masih dapat dicukupi dari produksi kakao dalam negeri.” 
Kebutuhan kakao untuk industri kakao dalam negeri setiap tahun juga meningkat. Pada pada 2011 kebutuhan industri kakao sebesar 268 ribu ton, 2012 sebesar 306 ribu ton, 2013 sebesar 324 ribu ton, dan 2014 sekitar 500 ribu ton. Tahun depan kebutuhan industri diprediksi sebanyak 600 ribu ton. 

Sementara Zulhelfi Sikumbang, Ketua Umum Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo), menegaskan, industri kakao kekurangan bahan baku. “Menurut data Askindo saat ini produksi biji kakao di dalam negeri baru mencapai 450 ribu ton/tahun, Padahal kapasitas produksi industrinya mencapai 600 ribu ton sehingga kita kekurangan untuk memenuhi kapasitas industri. Ini menurut saya adalah lampu kuning. Dan ini bisa saja akan berakibat pada meningkatnya impor biji kakao,” ulasnya. Zul menambahkan, produksi kakao mulai menurun sejak delapan tahun terakhir. “Puncak produksi kakao terbesar di Indonesia terjadi pada 2006 dengan produksi kakao mencapai 620 ribu ton. Namun, setelah itu mulai menurun produksinya dan tidak stabil,” bebernya. 
Gernas Kakao
 
Beberapa sebab yang menimbulkan produksi kakao yang sedikit beranjak naik. Menurut Azwar, pengaruh anomali iklim yang tidak bisa diprediksi dan penyebaran penyakit yang sudah mencapai angka memprihatinkan menjadi sebab produksi kakao yang lemah. Belum lagi banyak tanaman kakao sudah tua, sedikitnya klon-klon kakao unggul, hingga pemeliharaan tanaman yang tidak sesuai cara budidaya yang baik (Good Agriculture Practices, GAP). 

Menurut Azwar, peningkatan produksi dan produktivitas kakao salah satunya dilaksanakan melalui Gernas Kakao atau gerakan nasional peningkatan produksi dan mutu kakao. Gernas dilakukan pada 2009-2011 di sentra produksi kakao melalui peremajaan 70 ribu ha lahan pertanaman kakao, rehabilitasi 235 ribu ha, intensifikasi 145 ribu ha, pemberdayaan petani sebanyak 45 ribu orang, pengendalian hama penyakit tanaman seluas 450 ribu ha, dan perbaikan mutu kakao sesuai SNI. 

Dalam perkembangannya, sambung Azwar, Gernas Kakao berlangsung hingga 2013 dengan realisasi mencapai 460.303 ha meliputi peremajaan 82.520 ha, rehabilitasi 218.793, dan intensifikasi 158.990 ha. “Berdasarkan Kajian Dampak Gernas Kakao yang dilakukan beberapa perguruan tinggi, antara lain INSTIPER, UGM, IPB, dan Unhas menunjukkan Gernas Kakao memberikan manfaat bagi pertumbuhan perekonomian. 
Selain itu, tanaman kakao yang diremajakan mulai belajar berbuah, sedangkan yang direhabilitasi menunjukan peningkatan yang signifikan,” ungkapnya. Namun, bila tanaman yang telah direhabilitasi dan diremajakan tidak mendapat perawatan yang intensif, maka target peningkatan produktivitas tidak akan tercapai. 

Salah satu intensifikasi pertanaman kakao dengan melakukan pemupukan. Menurut Sonson Garsoni, pemilik PT Cipta Visi Sinar Kencana, produsen pupuk di Bandung, Jabar, petani kakao masih melakukan pemupukan dengan cara ditabur. Padahal, sambungnya, cara pemupukan tersebut menimbulkan pemborosan sebesar 70% sebab pupuk urea bersifat mudah menguap dan mudah tercuci air. “Jadi, kalau ditabur di permukaan tanah itu tercuci, leaching, dan ketika panas juga menguap,” ulasnya. Sonson menambahkan, idealnya pupuk itu dibuat dalam bentuk tablet, granul, atau bentuk lain yang bisa diaplikasi dengan cara dibenamkan sekitar 15 cm di bawah permukaan tanah. 

 Di samping itu, pupuk untuk kakao harus mengandung kalium lebih tinggi dibandingkan unsur nitrogen dan fosfor. Pupuk juga perlu ditambahkan unsur hara makro, seperti magnesium, sulfur, dan kalsium, dan unsur hara mikro, seperti seng, boron, dan kobalt. “Kalsium itu sangat penting untuk kakao, misalnya memperkat kulit buah dan untuk putik agar mempertahankan biji agar tidak mudah rontok,” terang lulusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian IPB ini. 
Pupuk majemuk seperti ini misalnya bisa ditambahkan sebanyak 60 kg/ha untuk 1.100 batang kakao pada fase tanaman menghasilkan (TM) 1 dan 80 kg/ha TM 2. Sonson pun menyarankan petani menggunakan pupuk kompos. Pasalnya, lahan pertanian di Indonesia sudah jenuh dengan pupuk kimia yang mematikan jasad renik di sekitar tanaman. “Kita rekomendasikan penggunaan kompos atau kandang sekitar 6 kg/pohon. Karena kejenuhan unsur kimia juga menyebabkan tanah menjadi masam, diperlukan peningkatan pH mendekati 7 dengan penambahan dolomit atau kapur. Itu rekomendasi pemupukan yang baik untuk tanaman kakao,” ia menjelaskan. Sementara itu, ketersediaan air tanah juga akan mencukupi dengan adanya pupuk kompos. Pasalnya, kompos bersifat menahan air dan menjaga kelembapan tanah di sekitar perakaran tanaman. 

Kondisi kesuburan tanah di setiap daerah berbeda-beda, jadi petani pun harus memeriksa kandungan hara dalam tanah agar bisa memberikan pemupukan yang tepat. Pemerintah harus memfasilitasi petani untuk pengecekan kesuburan tanah sehingga pemupukan bisa dilakukan dengan pendekatan spesifik lokasi. “Di Indonesia ini nggak berjalan, bagaimana pemupukan dengan menempatkan rekomendasi spesifik lokal untuk pemupukan, pH, keadaan air, itu tidak ada. Petani dibiarkan dengan persepsinya,” pungkas Sonson.  
Windi Listianingsih, Arfi ZHB, Peni SP, Tri MR, Untung Jaya,  
http://agrina-online.com/redesign2.php?rid=7&aid=5180


25 komentar:

  1. PT. CV. Sinar Kencana

    Jl. Raya Banjaran No 390, Pameungpeuk KM 13 Bandung, Kode Pos 40376,
    Ph : +62-22- 87800115-87800083- 4262235
    HP/ SMS: +62- 81572527115- 8112220116- 8157002935

    BalasHapus
  2. Anonim9:51 PM

    What's up, of course this piece of writing is in fact fastidious
    and I have learned lot of things from it concerning blogging.
    thanks.

    BalasHapus
  3. Anonim5:40 PM

    I like the efforts you have put in this, thank you for all the
    great articles.

    BalasHapus
  4. Anonim7:33 PM

    Great article! This is the kind of info that are meant to be shared across the net.

    Disgrace on Google for not positioning this submit higher!
    Come on over and visit my web site . Thank you =)

    BalasHapus
  5. Anonim6:24 PM

    You are a very capable person!

    BalasHapus
  6. Anonim5:26 AM

    You are a very clever person!

    BalasHapus
  7. Dear all, about tablet fertilizer, One of the intensification of cocoa cultivation by fertilizing. According to Sonson Garsoni, owner of PT Cipta Visi Sinar Kencana, fertilizer producer in Bandung, West Java, cocoa farmers are still doing fertilization by sowing. In fact, he added, the way fertilization causes waste of 70% because urea fertilizer is volatile and easily washed water. "So, if sown in the soil surface was washed, leaching, and when the heat also evaporated," ulasnya. Sonson added, ideally the fertilizer was made in the form of tablets, granules, or other forms that can be applied by immersing about 15 cm below the soil surface.

    BalasHapus
  8. Daftar agen Pupuk Tablet Gramalet dapat di klik

    BalasHapus
  9. Anonim8:38 PM

    So where do you start? First thing you certainly can do is begin off incorporating
    nearby to your own key phrases. A superb instance would be if you're
    attempting to sell essential oils, your own keywords could possibly
    be"essential oils," or even"high quality essential oils." Nowadays you would like to introduce local, so you turn your key word to some long-term keyword with site, such as"essential oils London" or"essential oils in New York" as illustrations.

    BalasHapus
  10. Anonim11:51 AM

    Very descriptive blog, I liked that a lot. Will there
    be a part 2?

    BalasHapus
  11. Anonim3:20 PM

    Way cool! Ѕome extremely valid ⲣoints! I appreciate y᧐u writing thіs article pluѕ the rest of the website is aⅼso realⅼy
    g᧐od.

    BalasHapus
  12. Anonim6:27 AM

    I һave reɑd so many content about tthe blogger
    lovers exccept tһis article іs rreally a goօd article,
    keep it up.

    BalasHapus
  13. Anonim12:04 PM

    ᒪink exchange is nothing else hoԝever it is just рlacing the other person's web sige lіnk on your page aat proper pⅼace and other pwrson will also doo same for you.

    BalasHapus
  14. Anonim10:57 AM

    Hi there ѕuperb blog! Dߋes running а blog similar
    tⲟ this requіre a great deal of work? I've absolutely no understanding of comρuter pгogramming but I had
    been hoping to start my oᴡn blog soon. Anyhow, should you
    have any idas or techniques for new blog wners please shаre.
    I know this is ooff tоpic nevertheless I simply wanted to ask.
    Kudos!

    BalasHapus
  15. Anonim10:03 PM

    Ι'm amazed, I have to admit. Seldom dօ I enccounter a
    blog tһat's equaⅼly educative and engaging, and ithout a doubt,
    үou've hit the nail on thе head. Thhe problem is something which
    too few men and women are speaking intellligently about.
    I'm very happy I cqme across thiss during my search
    foгг something relating to this.

    BalasHapus
  16. Anonim3:57 PM

    always i useed to rеad smaller content which also clear their motive,
    and tһat is alsօ happening with this artiⅽle which
    I ɑm reading at this time.

    BalasHapus
  17. Anonim5:54 PM

    Hі mates, pleasant post аnd pleasant arguments commented аt this ρlace, І am genuinely enjoying by thesе.

    BalasHapus
  18. Anonim9:10 PM

    Nо matter if some one seaгcheѕ for his essential thing, therefvore he/she wіshes too be avaiⅼable that in ԁetail, sso that thing
    is maintained over here.

    BalasHapus
  19. Anonim8:54 PM

    Hі just wanted to give yоu a quick һeads uup and
    let you know a few of the pictures aren't ⅼoading correctly.
    I'm not sure whhy but I think its a linking issuе.
    I've tried iit in two ɗifferent browsers and both show
    tһe sаame resuⅼts.

    BalasHapus
  20. Anonim9:00 PM

    Ꭱeally no matter іf someօne doesn't understand afterward іts up to ߋther ᥙsers
    thaqt they wilⅼ helρ, ѕo here it hаppens.

    BalasHapus
  21. Anonim8:42 AM

    When I origіnally left a cⲟmment I seem to have clicked on tthe -Notify me when new comments are added- checkbox and now every time a comment is added
    I receiνe 4 emails with the same comment. Perhaps
    there is a means you can remoᴠe mee fromm tһat service?
    Many thanks!

    BalasHapus
  22. Anonim5:27 AM

    It is perfect time to make a few plɑns for the lopng run and it's tіme to be happy.
    I've read this putt up and if I may just I wish tto counsel you few fascinating things or tips.
    Μaybe you can write next articles regarding this ɑrticlе.
    I desіre to earn even more issues abⲟut it!

    BalasHapus
  23. Anonim9:54 PM

    Gߋod response in return օf this query ԝith real argyments and telling everything ϲoncerning tһat.

    BalasHapus
  24. Anonim4:55 AM

    Wгite mߋre, thаts alⅼ I havee tto sɑy. Literally, іt seems as
    thougһ you relied ߋn the video tߋ mɑke yoour pоint. Уߋu ⅽlearly know whаt youre talking about, whу waste your intelligence on just posing videos to your blolg ԝhen you couⅼd Ƅe giving us something enlightening to read?

    BalasHapus
  25. Anonim8:51 AM

    Ꮃow that ѡas odd. I juѕt wrote an extгemely longg comment but after
    I clicked submit my comment didn't appear. Grrrr... welpl I'm not writing аll that ovr again. Anyһow, just wanted to
    say great blog!

    BalasHapus