7.30.2011

Pupuk Berimbang Cegah penyebaran Karat Puru pada Tanaman Kayu


Kayu jabon, sebenarnya juga tanaman kayu lain (sengon/albasia) diprediksi memiliki prospek menguntungkan. Sayangnya, sengon (Paraserianthes falcataria), akhir-akhir ini, seringnya mengalami serangan penyakit, yang dikenal masyarakat sebagai karat Puru atau Karat Tumor (gall rust). Menghindarkan kerugian besar akibat dari karat adalah membuat perlakuan sejak pembibitan, atau preventif, dan bukan hanya mengandalkan setelah terjadinya serangan.
Guna mencegah karat puru secara preventif dimulai sejak di pembibitan, disamping sanitasi kebun dari perkembangbiakan mikroba patogenik, tanaman kayu (sengon atau albacia falcata, jabon, jati, dll) seperti umumnya semua tanaman asal habitat tumbuhnya (hutan), memerlukan lingkungan tanam dengan kandungan humus maupun pupuk organik kompos, khususnya saat pembibitan dan pada media tanam, biji perlu masukan humus (organik) cukup. Demikian saat tahun pertama di kebun, keperluan dosis pupuk tablet Gramalet formula khusus kayu/HTI, hanya 30 gram/ ph/ tahun. Pupuk tablet ini memiliki kandungan lengkap (NPK, Magnesium, Ca dan belerang (sulfur), pada komposisi berimbang bagi keperluan genetis tanaman kayu.
Rekomendasi penggunaan pupuk berimbang kini banyak dilakukan para petani sengon di Ciamis, Tasikmalaya, Cilacap, Boyolali dan banyak daerah pertanaman sengon lainnya dengan hasil menggembirakan. Tanaman, dengan masukan hara lengkap (Nitrogen, Posfor, Kalium, Magnecium, Calcium, Sulfur) dan unsur mikro ( Fe, Zn, Mn, B, Bo, Cl), akan memiliki vigor yang kuat dan berkemampuan menangkal penyakit. Terlebih bentuk tablet, dengan dibenamkan pada 15 hingga 20 cm, ditepi tajuk (canopy), sangat cocok bagi lokasi tanam bagi tanaman kayu, yang umumnya berada di lahan miring. Penguapan dan pencucian oleh air permukaan terhindarkan, unsur hara dalam pupuk dapat diserap sepenuhnya oleh mulut akar tanaman. Dengan pupuk kandungan lengkap secara berimbang, cegah penyebaran karat puru pada tanaman kayu (*)

JenisTanamanFase/UmurUkuran dan  Dosis/pohonDosis(Kg/ha./th).

GrJumlah tablet





KelapaSawit1-6 bulan362,5

(Pre nursery)



7-10 bulan1079,8

(main nursery)



1 tahun1050  -   7070 - 98

2 - 3 tahun1080  -  100112 - 140

4 - 8 tahun10120 - 140168 - 196

9 - 13 tahun10180 - 200252 - 280

14 - 20 tahun10160 - 180224 - 252

>  20 tahun10100 - 120140 - 168





Cengkeh1 - 2 tahun103  -    63,6 - 7,2

2 - 3 tahun106  -   207,2 - 24

4 - 6 tahun1020 -  6024  - 60

>  6 tahun1060 - 20060 - 120





KaretPersemaian1034,5

di polybag10315

1 - 2 tahun1010 - 1250 -  60

2 - 3 tahun1012 - 1460 -  70

4 - 6 tahun1016 - 2080 - 100

>  6 tahun1012 - 1460 - 70

2 komentar:

  1. Anonim5:19 AM

    apakah ada juga Gramalet tablet bagi tanaman mangrove ? bagaimana aplikasi dan dosisnya? apa kelebihannya dibanding dengan pupuk tunggal yang ada

    BalasHapus
  2. bagi tanaman lain, tablet Gramalet diproduksi dengan komposisi unsur hara berbeda. Bagi mangrove, tanaman habitat rawa, memerlukan komposisi NPK dengan kadar P dominan. Diketahui, umumnya tanah rawa bersifat asam (PH<6), pemberian pupuk urea akan terikat menjadi koloid, tidak bisa diserap tanaman, disamping juga pupuk bentuk tabur mudah terbawa aliran air dan menguap. Pemberian pupuk tablet Gramalet, dengan karakter lepas lambat(slow release), unsur hara akan tertahan dalam tablet dan dilepas saat akar menyerapnya.

    BalasHapus