1.05.2011

Bagi Perkebunan di Wilayah Terpencil, Pupuk Tablet Turunkan Biaya Mobilisasi Pengangkutan

Pupuk formula adalah komposisi unsur hara dalam suatu pupuk yang disusun sedemikian rupa bagi kepentingan jenis tanaman tertentu atau, tanaman pada tahap pertumbuhan tertentu. Pupuk formula yang dibuat komposisi haranya di tingkat pabrik, merupakan hasil pencampuran fisik (physical blending) dari aneka pupuk tunggal menjadi majemuk dan berbentuk tablet. Proses pentabletan dilakukan mesin modern pada tekanan (2 ton/ cm2) agar padu dan kuat selama handling perjalanan (mobilisasi) namun bisa dilepas unsur haranya secara terkendali ( controlled release) disaat memiliki kontak dengan media tumbuh tanaman maupun tanah. Menggunakan material yang mampu mengendalikan penguraian (slow release agent) tertentu, agar hara dilepas secara terkendali, dicampurkan dari berbagai unsur hara pupuk tunggal dan ion exchanger menjadi majemuk tablet.  
Dengan pabrikasi yang makin maju, formulasi Gramalet® dapat diproduksi dengan komposisi unsur hara disajikan per batch produksi, minimal 5 ton per satu komposisi. Dengan teknologi ini, memungkinkan pabrik memproduksi berdasar pada pesanan (fleksibel) dari para pelanggan. Pelanggan, berupa perkebunan dan petani, melakukan penetapan komposisi nutrisi dalam pupuk yang dipesannya disesuaikan atau didasarkan atas uji kesuburan lahan dan analisa jaringan serta daun guna menetapkan status kesuburan lahan dan jenis tanaman.

Dengan kandungan hara terdiri dari makro primer ( NPK) , makro sekunder ( Mg, S, Ca) dan mikro esensial ( Fe, Zn, Mo, B, Bo, Cl) maka, pupuk formulasi Gramalet dikatagorikan sebagai pupuk majemuk lengkap dengan kelebihan khusus adalah melepas hara secara perlahan dan terkendali (slow release fertilizer). Pelanggan Gramalet, yang terlebih dulu menetapkan status kesuburan tanahnya, tidak perlu memberi tambahan unsur hara pupuk lain seperti Urea, SP maupun KCL dan pupuk pelengkap lainnya- karena pupuk majemuk Gramalet merupakan produk subtitusi sepenuhnya bagi pupuk tunggal ( Urea, ZA, SP dan KCl) dan sebagian pupuk kieserite serta borat (Bo) .

Menggunakan pupuk majemuk lengkap tablet ( PMLT) Gramalet, kebutuhan pupuk hanya setara dengan 30 sampai maks 35 % dari total berat jumlah/ dosis pupuk tunggal, sebagaimana biasa digunakan para petani ( Urea, SP maupun KCl). Jumlah dosis sangat tergantung pada tingkat kesuburan masing -masing lokasi, makin kurus dan rendahnya aktual hara dikandung tanah akan memerlukan dosis lebih tinggi dibanding dengan kebutuhan gramalet pada lahan subur. Rendahnya dosis pupuk Gramalet dibanding campuran pupuk tunggal ( Urea, SP, KCl) karena efisiensi yang didapat dari bentuk tablet, aplikasi dibenamkan pada kedalaman 10-15 cm dan dengan karakteristik sifat lepas lambat hara ( slow release) menjamin tidak tercuci, tidak akan terikat koloid kimia tanah dan terkena penguapan sebagaimana aplikasi pupuk tabur ( prill) di permukaan.

Pupuk formula bentuk tablet ditujukan guna ikut mendukung metoda pemupukan berimbang. Penyatuan aneka unsur hara dilakukan dengan menggunakan beberapa jenis unsur hara tunggal yang dicampur secara sederhana ( simple blending), atau dicampur secara mekanis ( mechanical blending) atau melalui teknologi pencampuran secara kimia ( chemical blending) yang disebut pupuk majemuk dengan komposisi kandungan hara atau formula tertentu. Sementara pemupukan spesifik lokasi didekati dengan membaca data sekunder peta kesuburan tanah di suatu wilayah diikuti dengan mendengar informasi pelanggan akan kondisi kebun. Informasi petani tentang kondisi tanaman, secara visual, juga bisa memberikan data bagi dasar perhitungan penyusunan komposisi unsur hara pupuk yang akan diproduksi ditingkat pabrik. Atas dasar pengetahuan dan data kesuburan tanah rata-rata dan pengalaman lama, telah dibuat berbagai komposisi hara di tingkat pabrik, yang ditujukan bagi tanaman kelapa sawit, karet, mete, lada, kopi, kakao dan tanaman perkebunan unggulan lainnya.   

Salah satunya, adalah Tablet Gramalet® Karet. Pupuk formula ini adalah pupuk majemuk kandungan hara lengkap, berbentuk tablet,  yang kompisisi haranya diformulasi dan diproduksi khusus bagi tanaman Karet. Pupuk formula ini akan sangat membantu petani pelanggan mendapatkan berbagai unsur hara pupuk sekaligus. Dengan kandungan lengkap meliputi hara makro primer ( N, P,K), makro sekunder (Mg,S,Ca) dan mikro elemen esensial ( Fe, B, Bo, Mn, Zn, Cl) dan disajikan dalam bentuk tablet 10 gr.  Pupuk ini memiliki kemampuan lepas hara terkendali ( contolled release fertilizer), yang dengan demikian memberi suplai hara secara terus menerus sepanjang masa penyerapan, diindikasikan mampu menaikan produktivitas getah tanaman karet, termasuk di masa bulan gugur daun. Produk ini telah terdaftar pada Departemen Pertanian Republik Indonesia No: T905/BSP/II/2003 serta mendapat sertifikasi mutu dan hak Tanda SNI.  
Berbagai karakter pupuk formula dengan disajikan tablet sebagaimana diuraikan diatas, menjadikan pupuk Gramalet sangat cocok, dan bahkan, menjadi sangat bersaing (murah) ketika digunakan pada perkebunan dan areal pertanian di wilayah terpencil (remote area). Turunkan biaya mobilisasi pengangkutan pupuk yang jauh dari jangkauan jalan, maupun kurang bagusnya sarana jalan. 

Pupuk tablet Gramalet juga sangat nyata menurunkan biaya transportasi, khususnya bagi tujuan pemupukan perkebunan di wilayah yang jauh dari lokasi pabrik tempat pupuk dibuat.  Pupuk tablet dalam kemasan plastik (inner) dan karton (outer), berbeda dengan pupuk tunggal prill seperti Urea, KCL dan SP yang gampang menguap, bisa juga disimpan sebagai persediaan (stock) tanpa khawatir menggumpal maupun menjadi lembab. Konsep pemupukan, dari penaburan ke seluruh kebun, dengan tablet dirobah menjadi memupuk per tanaman. Dengan makin kompetitifnya persaingan harga komoditi di pasar dunia, pupuk sebagai pengambil biaya operasional yang sangat tinggi, patut dipertimbangkan teknologi pentabletan mengambil peran menurunkan biaya usaha tani dan usaha perkebunan*)   

Jenis TanamanFase/UmurUkuran dan  Dosis/pohonDosis (Kg/ha./th).

GrJumlah tablet





Kelapa Sawit1-6 bulan362,5

(Pre nursery)



7-10 bulan1079,8

(main nursery)



1 tahun1050  -   7070 - 98

2 - 3 tahun1080  -  100112 - 140

4 - 8 tahun10120 - 140168 - 196

9 - 13 tahun10180 - 200252 - 280

14 - 20 tahun10160 - 180224 - 252

>  20 tahun10100 - 120140 - 168





Cengkeh1 - 2 tahun103  -    63,6 - 7,2

2 - 3 tahun106  -   207,2 - 24

4 - 6 tahun1020 -  6024  - 60

>  6 tahun1060 - 20060 - 120





KaretPersemaian1034,5

di polybag10315

1 - 2 tahun1010 - 1250 -  60

2 - 3 tahun1012 - 1460 -  70

4 - 6 tahun1016 - 2080 - 100

>  6 tahun1012 - 1460 - 70
   

7 komentar:

  1. Anonim5:22 PM

    Pada tanaman perkebunan biaya pemupukan merupakan komponen biaya terbesar dari biaya pemeliharaan tanaman atau sekitar (40-60 % dari total biaya perawatan dan 20 % dari biaya produksi). Perbaikan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas pemupukan merupakan hal yang harus dilakukan oleh petani/pekebun

    BalasHapus
  2. Anonim5:24 PM

    Sejak lama telah dikembangkan sistem rekomendasi pemupukan dengan didasarkan pada analisis daun, performance tanaman dan lingkungan tumbuh tanaman serta analisis tanah. Sistem ini mengarah kepada efektivitas dan efisiensi pemupukan dan di pihak praktisi diharapkan dalam pelaksanaan berpegang kepada “7 Prinsip Tepat”, yaitu tepat Jenis, Dosis, Bentuk, Waktu, Cara, Letak, dan Frekuensi.

    Namun, kenapa ya di lapangan, pemberian pupuk masih didasarkan atas visual warna hijau daun saja tuh....

    BalasHapus
  3. Anonim6:01 PM

    Pekan ini, baik harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit maupun getah karet mengalami kenaikan.

    BalasHapus
  4. Anonim6:02 PM

    berdasarkan data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Provinsi Riau, pekan ini harga getah karet dengan kadar di atas 95 persen sampai pintu pabrik Rp 36.500 perkilogram atau naik Rp 1.500 dibanding harga pekan lalu Rp 35.000 perkilogram

    BalasHapus
  5. Anonim6:58 AM

    Saat pemupukan yang tepat pada tanaman karet, menurut Ditjen Perkebunan Kementan RI, yaitu pada saat paling banyak tanaman membutuhkan hara pada saat musim hujan kecil (2 x setiap tahun). Untuk musim gugur daun, pemupukan dilakukan pada saat :

    1) Utara katulistiwa bulan Februari-Maret => pemupukan Maret-April,

    2) Selatan katulistiwa bulan Juli-Agustus => pemupukan Agustus-September

    BalasHapus
  6. Anonim6:58 AM

    Faktor teknis lain yang mempengaruhi efisiensi pemupukan antara lain : dosis/takaran pupuk, drainase areal, sarana jalan dan pengawasan pelaksanaan pemupukan. Norma teknis pemupukan menyangkut dosis/takaran, saat pemupukan, letak tebar pupuk maupun perlakuan teknis lain tersebut sebaiknya diikuti dengan ketat agar efisiensi dapat dicapai.

    BalasHapus
  7. Menurut Ditjen Perkebunan Kementan RI ( 2010): ".......Biaya pemupukan menempati urutan kedua setelah biaya panen pada perkebunan karet. Pengeluaran biaya ini cenderung semakin mahal tetapi harus dilaksanakan karena terbukti pada tanaman belum menghasilkan (TBM) meningkatkan pertumbuhan hingga 30 % dan pada tanaman menghasilkan (TM) meningkatkan produksi hingga 24 %, termasuk pada perkebunan karet. Usaha perkebunan karet merupakan siklus terbuka yang memerlukan masukan hara setiap tahunnya. Upaya untuk melakukan efisiensi pemupukan dapat dicapai melalui teknologi perbaikan sifat tanah, pemanfaatan pupuk hayati maupun pupuk majemuk lepas lambat.......

    BalasHapus