12.11.2010

Nasi Enak Hasil Pemupukan Terpadu, Kombinasi Pupuk Organik dan Anorganik

Bagi pertani padi sawah, penggunaan pupuk kimia jenis urea, seolah adalah wajib. Pupuk identik hanyalah urea.  Padahal, menurut kaidah agronomis, setiap tanaman, termasuk padi,  bagi pertumbuhan dan produksi memerlukan masukan hara lengkap unsur makro (NPK), makro sekunder (Mg, S, Ca) dan unsur mikro (Fe, Zn, dll). Namun, dengan mindset petani saat ini,  urea sebagai pupuk Nitrogen, yang sesungguhnya lebih berperan bagi fase pertumbuhan ( vegetatif), lebih sering dijadikan sebagai pupuk andalan. Salah satunya, karena sifat sintetis dari pupuki urea, reaksinya cepat dari sejak penaburan urea, tiga hari tanaman padi menghijau. 

Banyaknya petani menggunakan Urea sudah over dosis, karena tanpa itu konon daun padi tidak hijau dan telah terjadi penurunan hasil dari biasanya, membuat subsidi negara, dari tahun ke tahun, memang makin besar. Padahal, tanah sawah, yang memang sdh over eksploitasi, sebenarnya kekurangan C Organik lah pangkal penyebabnya, dan bukan kurang nutrisi pupuk. Bayangkan, jika setiap musim di panen 6 sd 8 ton/ ha gabah, namun input (pupuk kimia) ke sawah hanyalah 500 kg, tanpa adanya masukan lain dari bahan organik oleh pengembalian limbah sisa panen dan bahan organik lain ( sisa makanan manusia, sisa dapur dan sampah organik) kedalamnya, puluhan tahun sawah itu ditanami, akan dikuras habis kesuburannya.

Hal berbeda dengan keadaan diatas, bagi petani yang menyiapkan bertani padinya dirancang sebagai usaha ( bisnis) dengan tujuan jangka panjang, sebagaimana di luasan 10 ha an, sejak tahun 2005 di Ciparay Bandung. Dengan terlebih dahulu menetapkan segmen pasar beras yang akan dihasilkannya yakni konsumen beras sehat, dirancanglah usaha produksi dan membuat beras BerSeka ( beras sehat bebas kimia). Guna memenuhi tren permintaan konsumen tersebut, kemudian digunakan paket teknologi untuk penciptaan kualitas beras bebas kimia, rasa enak dan pulen, dengan memberikan kompos, pupuk organik cair dan pupuk tablet Gramalet Padi.  Pemanfaatan kompos dan pupuk kimia secara tepat, pemupukan terpadu dengan pupuk anorganik dikombinasi pupuk organik kompos, pada padi sawah, telah menampakan hasil berbeda akan hal vigor tanaman lebih kekar, malai dengan gabah lebih bernas, perolehan rendemen beras meningkat hingga rataan 77 persen dari gabah kering giling (GKG) dan rasa nasi jadi pulen dan enak.

Dengan rancangan usaha seperti itu, Ibu Tuti di Ciparay tidak lagi dipusingkan dengan kenaikan harga maupun keberadaan urea (kimia sintetis) maupun sulitnya memasarkan gabah, sebagaimana dialami para petani padi pada umumnya. Kini, makin banyak konsumen beras sadar kesehatan, bahayanya residu kimia berlebihan pada beras atau nasi yang dimakannya. Jadi maunya beras, yang aman dari residu kimia dan pestisida, Dengan aplikasi pupuk tablet ( kimia) namun  dosis tepat, dibenamkan tanpa ada pupuk terbuang, di kombinasikan dengan aplikasi kompos ini, me mudahkan dalam penjualan berasnya. Dan, harganya pun, lebih mahal pula dibanding beras umum di pasaran*)

Selanjutnya,

5 komentar:

  1. Anonim9:05 PM

    Terrific work! This is the type of information that should be shared around the web. Shame on the search engines for not positioning this post higher!

    BalasHapus
  2. I agree, we must concerned by the many technological discoveries that are not used by many people

    BalasHapus
  3. Your opinion really gives us motivation to work harder, much agricultural technology, especially fertilization untapped farmers

    BalasHapus
  4. Anonim7:10 PM

    Pemanfaatan pupuk pabrikan yang sarat kandungan zat kimiawi memang berhasil menambah produktivitas padi, namun ketika pada akhirnya dikonsumsi masyarakat justru meninggalkan racun dalam tubuh sehingga menimbulkan penyakit.

    Bagaimana dong kalau iya demikian ?

    BalasHapus
  5. BERas SEhat tanpa atau 0 % KAndungan Kimia BerSekA® dihasilkan dari sawah-sawah daerah Priangan dan wilayah Bandung Selatan di lokasi pegunungan. Dengan bersumber air pegunungan, air pesawahan pertanaman padi bahan beras BerSekA® dialiri air mengandung mineral, bersih dan sehat.

    Pengkayaan unsur hara saat budidaya menggunakan pupuk Gramalfix® Padi yang sebelum penanaman benih padi unggul lokal ini terlebih dahulu tanah sawah diolah serta diberikan kompos Green Phoskko® dalam komposisi yang cukup.

    Penaburan kompos membuat struktur tanah gembur dan mampu memberikan kondisi pada penyerapan unsur hara sebaik mungkin dan digunakan tanaman padi dalam memperkaya kandungan mineral dan vitamin seperti seng dan zat besi yang penting untuk kesehatan.

    Dengan demikian, beras yang dihasilkan varietas unggul lokal ini dibudidayakan dengan memperhatikan dan sangat akrab lingkungan. Lebih jauh, Beras Sehat BerSekA® ikut memelihara atau secara jangka panjang tidak merusak struktur tanah sawah kita.

    Kandungan Nutrisi BerSekA® , menurut pengujian Laboratorium, bernilai per 100 gram porsi beras secara umum mengandung Air ( 13.29 g) , Energi ( 358 kcal) , Energi ( 1498 kj) , Protein ( 6.5 g ) , Total Lemak ( 0.52 g) , Karbohidrat ( 79.15 g) , Serat ( 2.8 g) dan Ampas ( 0.54 g) .

    Disamping kandungan nutrisi, beras sehat BerSekA® mengandung mineral ( Fe, Magnesium, Phosphorus, Potassium, Seng ) dan vitamin.
    Beras Sehat BerSekA® dikemas dalam plastik PE 1 mm @ 5 kg- sehingga dapat dipertahankan kondisinya lebih dari 6 bulan tidak akan mengalami perubahan warna, rasa maupun bau.

    Tujuan pasar masih bersifat khusus yaitu hanya kepada golongan komsumen yang mensyaratkan kesehatan dan peduli lingkungan, Beras Sehat BerSekA® masih diadakan atas pesanan ( by order) dengan jumlah minimal purchase order 5 ton.

    Terbatasnya sawah-sawah dengan bersumber mata air pegunungan, menjadikan beras ini memang prestisius. Bentuk bulir padi bulat dan besar, warna putih seperti kristal serta beraroma dan rasa pulen mengundang selera kita guna menyantapnya. Hidup sehat dan prima hanya dengan bila kita makan nasi menggunakan Beras Sehat BerSekA® .

    BalasHapus