11.19.2010

Tingkatkan Penghematan Biaya Pemupukan



Indonesia sebagai negara agraris adalah produsen urea namun mengimpor banyak pupuk tunggal ( SP, KCL dan unsur makro serta mikro) . Padahal diketahui, bagi pupuk dan kebutuhan pemupukan kebun, diperlukan kelengkapan unsur hara antaranya NPKMg, Sulfur, Calcium dan unsur mikro. Keberadaan unsur tunggal, salah satu N, P atau K belum menjawab bagi kepentingan menjaga produktivitas kebun agar sesuai dengan target produksi tanaman. Pupuk NPKMg merupakan hara penting bagi tanaman. Nitrogen merupakan unsur hara utama bagi pertumbuhan tanaman, pada umumnya sangat diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian-bagian vegetatif tanaman seperti daun, batang dan akar. Nitrogen merupakan komponen penyusun dari banyak senyawa esensial bagi tumbuhan, misalnya asam asam amino. Karena setiap molekul protein tersusun dari asam-asam amino dan setiap enzim adalah protein maka nitrogen merupakan unsur penyusun protein dan enzim. Fosfor berperan dalam berbagai proses fisiologis di dalam tanaman seperti fotosintesis dan respirasi dan sangat membantu perkembangan perakaran dan mengatur pembungaan. Kalium berperan dalam aktivitas berbagai ensim yang esensial dalam reaksi fotosintesis dan respirasi serta untuk ensim yang terkait dalam sintesis protein dan pati.


Pupuk majemuk lengkap tablet Gramalet® berusaha menjawab masalah ketergantungan akan hara pupuk dengan menyediakan seluruh unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam setiap tabletnya. Dengan teknologi formulasi dan produksi pupuk Gramalet® , keperluan dosis berbagai tanaman pada umumnya setara dengan 35 % saja dibanding seluruh campuran pupuk tunggal ( Urea, SP dan KCL ) sebagaimana direkomendasikan bagi tiap tanaman. Dengan demikian kehadiran pupuk Gramalet® diharapkan turut membantu pemecahan masalah dari kemungkinan kondisi ketidakseimbangan pasokan ( supply) dan permintaan ( demand) pupuk tunggal dimasa yang akan datang. Kekhawatiran kurangnya pasokan bisa akibat adanya masalah bahan baku gas bagi pabrik pupuk ( Urea) , ketergantungan pada pupuk impor serta terhambatnya perluasan kapasitas pabrik BUMN penghasil pupuk di Indonesia ( Urea) .


Penggunaan pupuk Gramalet® oleh para petani skala kecil, pengusaha perkebunan serta berbagai proyek pemerintah - yang telah meluas dalam 10 tahun terakhir ( sejak launching produk tahun 1994 ) telah menambah keyakinan akan handalnya pupuk formulasi Gramalet® dan diharapkan untuk turut memberi manfaat besar bagi kepentingan petani, pekebun dan maupun pengusaha pertanian pada umumnya. Laporan para pekebun kakao dan mete ( di Sulawesi dan NTT) , kelapa sawit ( di Sumatera Utara, Aceh, Riau, Lampung dan Sumatera Barat) , pekebun karet ( Banjarmasin dan Palembang) serta laporan petani padi dan hortikultura ( sayuran dan buah) di Jawa Barat- pada umumnya menyatakan pupuk Gramalet® telah memberi kemudahan kepada mereka. Pupuk Gramalet® praktis dalam aplikasinya, menurunkan biaya penyimpanan dan pengangkutan namun, dilain pihak, pupuk Gramalet® tetap menjaga produktivitas dan mutu hasil secara memuaskan. Persepsi pengguna akan praktis dan mudahnya pemupukan dengan pupuk tablet Gramalet® , menjadikan moto kami yaitu " Memupuk Tanaman Jadi Mudah " terbukti menjadi kenyataan.

Menyadari bahwa di masa depan, pupuk kimia ( anorganik) - sebagai bahan alam tidak terbarukan ( unrenewable) akan makin berkurang ketersediaannya, serta, dilain pihak, terdapat kesadaran kesehatan akan pentingnya pangan alami ( organik) - sejak 2004, CVSK mengembangkan teknologi pupuk hayati dan organik. CVSK mengembangkan alat mesin dalam pembuatan pupuk organik berbahan limbah dan sampah. Berbagai kapasitas alat mesin pengolahan sampah dan limbah ini meliputi komposter manual skala individual ( S, M, L, Roler Kompos, Barel Kompos) , komposter elektrik skala rumah tangga ( KE 100L dan AC 35 L) , alat mesin pencacah organik ( MPO) serta komposter kapasitas besar dalam bentuk Rotary Kiln.

Diketahui, aplikasi pupuk dengan efisiensi tinggi dapat diperoleh melalui peningkatan daya dukung tanah dan efisiensi pelepasan hara pupuk. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut yaitu melalui kombinasi penggunaan pupuk konvensional dan kompos sebagai agen pembenah tanah. Penggunaan kompos, contohnya pada medium pembibitan kelapa sawit sangat diperlukan untuk mengatasi terbatasnya ketersediaan bahan organik pada lapisan tanah bagian
atas. Guna mendukung upaya meningkatkan efisiensi pemupukan kebun, CVSK bergiat merekayasa dan mengenalkan bahan dan alat mesin pembuatan kompos, agar pupuk organik ini makin terjangkau dan dapat dilakukan secara mandiri para petani dan perkebunan Indonesia.

Dalam katagori organik ( kompos) ini CVSK telah berhasil merekayasa dan mengisolasi mikroba ( probiotik) pengurai sampah dan limbah organik dan aneka mineral bagi berlangsungnya pengomposan modern, higienis dan cepat. Mikroba pengurai ini adalah aktivator kompos Green Phoskko® ( GP-1) dan mineral penggembur ( bulking agent) Green Phoskko® ( GP-2) . Sementara itu bagi berlangsungnya dekomposisi secara efektif dan efisien dibanding cara tradisional ( bedeng atau open windrows) , dikembangkan pula alat mesin ( komposter) Biophosko® skala rumah tangga, skala lingkungan dan Rotary Kiln skala bisnis komersial. Komposter ini sangat bermanfaat bagi pehobies taman dan pengelola pertamanan dalam membuat kompos dengan memanfaatkan bahan baku berasal dari sampah rumah tangga atau, bagi pengusaha mendapatkan bisnis - yang cepat menghasilkan dari mengelola sampah di kawasan komersial ( perumahan, pabrik, pasar, mall, foodcourt, peternakan dan lingkungan apartemen) maupun kawasan sosial ( sekolah dan perguruan tinggi, rumah sakit, tempat ibadah, dll) . Bahkan, bagi kota- kota yang mengalami masalah dengan Tempat Pembuangan Akhir Sampah ( TPAS) , Biophoskko® akan mengurangi sampah secara tuntas sejak sumber atau lokasi sampah dihasilkan. Bagi kepentingan skala besar ini, tersedia alat mesin Rotary Klin pada pilihan kapasitas 1 m3 ( 1/ 3 Ton) / unit/ 5 hari , 3 m3 setara 1 ton/ unit/ 5 hari sampai 6 m3 ( 2 Ton) / unit mesin/ 5 hari.

Jenis TanamanFase/UmurUkuran dan  Dosis/pohonDosis (Kg/ha./th).

GrJumlah tablet





Kelapa Sawit1-6 bulan362,5

(Pre nursery)



7-10 bulan1079,8

(main nursery)



1 tahun1050  -   7070 - 98

2 - 3 tahun1080  -  100112 - 140

4 - 8 tahun10120 - 140168 - 196

9 - 13 tahun10180 - 200252 - 280

14 - 20 tahun10160 - 180224 - 252

>  20 tahun10100 - 120140 - 168





Cengkeh1 - 2 tahun103  -    63,6 - 7,2

2 - 3 tahun106  -   207,2 - 24

4 - 6 tahun1020 -  6024  - 60

>  6 tahun1060 - 20060 - 120





KaretPersemaian1034,5

di polybag10315

1 - 2 tahun1010 - 1250 -  60

2 - 3 tahun1012 - 1460 -  70

4 - 6 tahun1016 - 2080 - 100

>  6 tahun1012 - 1460 - 70
JenisPembibitan Tanaman belumTanaman
TanamanMenghasilkanMenghasilkan


 ( per tablet @ 10 gram)( per tablet @ 10 gram)
Teh1 2 - 42 - 4
Tanaman HTI1 - 2 2 - 910 - 14
Kakao4 - 66 - 1215 - 30
Tebu4 - 61 tablet/30 cm
Nanas2 - 46 - 1210 - 25
Apel2 - 46 - 1210 - 25
Pisang4 - 66 - 1010 - 14
Rosella2 - 34 - 66 - 8
Kopi4 - 66 - 1220 - 26
Mangga2 - 410 - 1220 - 50
Alpokat2 - 410 - 1020 - 50
Salak2 - 46 - 1215 - 30
Anggur3 - 56 - 1212 - 16
Jeruk4 - 66 - 1220 - 50
Panili4 - 66 - 1220 - 30
Pala4 - 66 - 1220 - 30
Pepaya4 - 66 - 1220 - 30
Rambutan4 - 66 - 1220 - 70
Lada4 - 66 - 1220 - 30
Durian2 – 410 - 1520 - 50
Jambu2 - 66 - 1220 - 50

2 komentar:

  1. Anonim8:59 PM

    saya setuju jika penggunaan kompos bisa menghemat biaya pupuk kimia, namun bukankah harga kompos juga mahal ? dimana letak penghematan pupuknya pak ?

    BalasHapus
  2. Pupuk kompos bisa dibuat dari limbah kebun atau limbah di kota, akan menjadi murah ketika anda memiliki mesin yang tepat bagi pembuatan kompos

    BalasHapus