11.28.2010

Bor Tugal Pupuk Tablet dalam perbaikan drainase kebun

Teknologi tepat guna ramah lingkungan guna mengatasi masalah drainase  kebun dan pengerasan tanah akibat pemupukan kimia (an-organik) serta genangan air (banjir) adalah dengan membuat bor atau tugal Lobang Resapan. Alat dengan dimensi 1 m, terbuat dari logam dan mata tugal terbuat dari baja ini, juga digunakan untuk membuat lobang dalam pemupukan yang dibenam, seperti halnya pemupukan dengan tablet Gramalet.

Sebagaimana diketahui, pemupukan tanaman dengan menggunakan pupuk prill ( tabur), oleh para petani selama ini, seringkali berlebihan dibanding dosis rekomendasi, dan aplikasi pupuk ditabur jauh dari pohon dan mulut akar serta pupuk terbawa aliran air ( top leaching run-off) dan menguap terbawa panas. Di sekitar perakaran tanaman keras juga seringkali terdapat genangan air akibat drainase kebun yang buruk atau perkebunan berada di areal bawah permukaan air sungai. Genangan air dalam skala luas juga bisa terjadi akibat curah hujan yang tinggi tidak disertai kemampuan tanah menyerap dan memerangkap air karena terbatasnya lobang resapan. Tanah yang terlalu lama diasupi pupuk kimia dan tanah di sekitar perkotaan dan bangunan umumnya akan sulit menyerap air hujan, mikrobial mati dan cacing penggembur tanah pun mati, porositas tanah hilang.

Manfaat Lobang Resapan Biopori adalah meningkatkan daya resapan air, meningkatkan peran aktifitas fauna tanah dan akar tanaman serta mengatasi masalah genangan air akibat banjir dan drainase yang buruk.

Cara Pembuatan Lobang Resapan


1. Buat lobang menggunakan bor atau tugal Biopori yakni silindris kedalam tanah dengan diameter 10 cm, kedalaman 100 cm serta jarak antar lobang 50 sampai 100 cm,


2. Mulut lobang diperkuat adukan semen selebar 2 sampai 3 cm, tebal 2 cm di sekeliling lubang,


3. Isi lobang dengan kompos setengah matang ( masih hangat dan berproses dekomposisi oleh mikroba activator)


Dalam 7 hari sampai 1 bulan akan terjadi pembiakan jasad renik dalam tanah, sehingga membuat tanah remah dan merongga dan akan meluas kesemua arah lobang resapan. Dengan peronggaan dan penggemburan tanah, Lobang akan mampu menampung dan memerangkap air tergenang ( hujan) melebihi volume asalnya ( diameter x tinggi lobang) saat pertama kali dibuat.

Banyaknya lobang resapan disesuaikan dengan intensitas air hujan yang akan diperangkap kedalam tanah. Sebagai contoh, intensitas hujan 50 mm/jam ( hujan lebat) dengan laju peresapan air per lubang 3 liter/ menit ( 180 liter per jam) pada 100 m2 bidang tanah, perlu dibuat ( 50 x 100) dibagi 180 atau sebanyak 28 lobang Resapan.

Dalam mengatasi masalah dalam aplikasi pupuk (tablet), caranya dengan membuat lobang dengan cara menugal tanah sekitar pohon. Buat lobang hingga 15 cm dari permukaan tanah sejumlah 4 hingga 8 lobang sesuai arah kedelapan mata angin. Letakan tablet Gramalet sesuai dosis anjuran. Tutup lobang dengan tanah, bersihkan gulma disekitar perakaran.

Manfaat nyata dirasakan petani, misalnya, di kebun sawit di Pancung Soal ini daun kuning, karena tanah tergenang air. Dengan pembuatan parit, memperbaiki drainase kebun, diaplikasi pupuk tablet formula Sawit, sesuai dosis anjuran pada umur 5 tahun, 6 bulan kemudian nampak perobahan vegetatif ( daun dan pelepah menghijau) dan putik buah mulai kelihatan.

Enam bulan kemudian setelah aplikasi ke 2, panen menghasilkan perobahan nyata dari 400 kg/ panen/ 15 hari/ kapling 2 Ha menjadi 1400 kg. Demikian penuturan pak Marlin dan keluarga di Muaro Sakai Pancung Soal Pesisir Selatan Sumatera Barat tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar