2.10.2006

Memupuk Tanaman Sayuran Biji Makin Mudah Saja

Memupuk makin mudah saja. Saat petani dan pelaku agribisnis menggunakan pupuk tunggal terdiri dari Urea, SP, KCL, hara makro sekunder dolomit dan bahkan mikro maka tidak kurang dari 5-6 jenis pupuk harus dioplos dan dicampur dengan masing-masing pada takaran tertentu. Kini hal tersebut tidak lagi perlu dilakukan, hanya dengan menelpon atau memesan secara online atau mengadakan melalui agen berupa 1 (satu) jenis pupuk Gramafix® Sayuran Biji maka, pekerjaan "jaman" gunakan pupuk tunggal tidak ada lagi.

Komposisi kandungan hara pupuk Gramafix®Sayuran Biji telah diformulasi secara khusus berdasar kebutuhan unsur hara berbagai tanaman sayuran biji seperti cabe, tomat, ketimun dan terong. Dengan kelengkapan hara yang dikandungnya meliputi makro primer (NPK), hara makro sekunder (Mg,S,Ca) dan mikro ( Fe, Zn, B, Cl, Bo, Mo), pupuk Gramafix® Sayuran Biji disajikan berbentuk tablet ukuran 1 gram dan 3 gram. Formula Gramafix® Sayuran Biji 22-7-11-2-4-3+1 ini telah terdaftar di Departemen Pertanian RI No : T903/BSP/II/2003 dan memiliki sertifikat dan Tanda SNI dari Baristan Surabaya.

Peminat bisnis guna mendistribusikan produk pupuk Gramafix® Sayuran Biji ini atau calon agen pada tingkat kabupaten/ kota se Indonesia bisa mendapatkan hubungan keagenan produk ini. Perwakilan kami dapat dihubungi dengan klik perusahaan dibawah ini, sesuai dengan lokasi keberadaan anda, bagi :

1. Peminat keagenan di Wilayah Aceh dan Sumatera Bagian Utara, klik : PT. CV. SINAR KENCANA PWK MEDAN

2. Peminat keagenan di Wilayah Riau dan Sumatera Bagian Selatan sampai Lampung, Klik : PT.CV. SINAR KENCANA PWK KEPULAUAN RIAU

3. Peminat Keagenan di Wilayah Kalimantan dan Indonesia Timur, klik : PT. CV. SINAR KENCANA PWK SURABAYA

4. Peminat keagenan di wilayah Jawa Bagian Barat, klik : PT. CV. SINAR KENCANA BANDUNG

Tentu saja anda yang berminat menjadi bagian dari upaya membantu petani dan pertanian Indonesia ini, disamping akan disenangi mereka- para pelanggan- yang akan mendapatkan teknologi pupuk majemuk spesifik tanaman Gramafix® Sayuran Biji bagi peningkatan produktivitas dan pendapatannya, juga anda akan mendapat insentif berupa margin income seperti discount keagenan, bonus tahunan dan berbagai insentif dari penjualan partai besar.

Reduksi Pestisida Hortikultura dengan Pupuk Terpadu

Indonesia memiliki aneka produk pertanian, khususnya hortikultura, dengan ragam plasma nutfah dan varietas yang memungkinkan  bagi upaya pengembangan buah, sayuran dan bunga. Namun hasil tanaman hortikultura mempunyai sifat khusus antara lain : (a). mudah atau cepat busuk ( perishable) , tetapi selalu dibutuhkan setiap hari dalam keadaan segar. Sejak panen sampai pasar memerlukan penanganan secara cermat dan efisien karena akan mempengaruhi kualitas dan harga pasar, (b).memiliki nilai estetika, jadi harus memenuhi keinginan masyarakat umum. Keadaan ini sangat sulit karena tergantung pada cuaca, serangan hama dan penyakit, namun dengan biaya tambuhan kesulitan itu dapat diatasi, (c). produksi umumnya musiman, beberapa diantaranya tidak tersedia sepanjang tahun, contohnya durian, langsat, rambutan, manggis, dll, (d). memerlukan volume ( ruangan volumenes) yang besar, menyebabkan ongkos angkut menjadi besar pula dan harga pasar menjadi tinggi, (e). memiliki daerah penanaman ( geografi) yang sangat spesifik atau menuntut agroklimat tertentu, contoh jeruk Tebas, Durian Balai Karangan, Langsat Punggur, Duku Palembang, Jeruk Garut, Mangga Indramayu, Markisa Medan, Rambutan Parit Baru, Nenas Palembang dan lain lain.  
Demikian pula pada kelompok hortikultura tanaman hias dan bunga potong. Kelompok tanaman ini berkembang sejak 1983 di DKI Jakarta, dataran tinggi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Timur. Kelompok bunga potong, tanaman hias pot, tanaman hias pohon, anggrek, anyelir, mawar, krisan, gladiol, dan lain sebagainya. Jumlah dan jenis jenis baru mulai meningkat seperti melon, jagung manis, brokoli, sedikit demi sedikit mulai berkembang.

Guna ikut serta mendukung perkembangan hortikultura nasional, CVSK dengan ini mengenalkan teknologi pupuk dan pemupukan melalui penyediaan pupuk bentuk tablet formula spesifik. Pupuk yang diproduksi dan diformulasi di tingkat pabrik tersebut berbentuk tablet, dengan berbagai pilihan ukuran 3 gram, ( bagi pemupukan sayuran dan tanaman semusim dosis rendah)  serta ukuran tablet 10 gram (bagi tanaman hortikultura tanaman keras buahan). Setiap pupuk tablet terdiri dari kandungan makro primer NPK ( Nitrogen, Posfor, Kalium ) diperkaya unsur pupuk makro sekunder ( Mg, S, Ca) dan mikro esensial meliputi copper, Chlor, manganese, zinc, boron, molybdenum, iron ( Mo, Co, Mn, Fe, B, Bo, Cu, Zn, Cl ) . Pupuk Gramafix® menjamin kelengkapan, sedikitnya 13 unsur hara yang diperlukan tanaman tersedia dalam setiap tablet, yang sehingga karena kelengkapan unsur hara itu, dalam kondisi lahan dengan kesuburan rata-rata, tidak memerlukan tambahan pupuk lainnya -termasuk dalam hal ini pupuk Urea ( N) , pupuk Posfor ( SP) dan pupuk Kalium ( KCL) . Pupuk ini terdaftar di Dep Pertanian RI dan memiliki tanda pengguna SNI.
 Disamping menyediakan pupuk kimia ( anorganik) berbentuk tablet, CVSK juga mendukung pengembangan hortikulltura dengan mengenalkan mesin pengolah limbah dan sampah organik organik menjadi kompos dan pupuk organik cair. Diketahui, petani hortikultura sudah sadar akan pentingnya penggunaan pupuk organik bagi hasil tanamannya, dibanding dengan kelompok petani perkebunan maupun padi. Apalagi produksi hortikultura ( sayuran, buah) saat ini paling banyak diekspor ke luar negeri yang mensyaratkan produk harus bebas residu bahan kimia berbahaya. Negara-negara tujuan ekspor hortikultura, saat ini, menerapkan peraturan ketat tentang batasan minimum kandungan kimia dalam produk hortikultura. Aturan tersebut mengacu pada prinsip keamanan pangan yang ditangani tim internasional Rapid Alerts System for Food and Feed ( RASFF) . Salah satu tugas tim RASFF adalah mengumpulkan informasi menyangkut seluruh fase produksi, transformasi, dan distribusi pangan dan pakan ( termasuk kelompok komoditi hortikultura) di sebuah negara. Hasil analisis dan kesimpulan kerja tim RASFF dijadikan dasar sebuah negara untuk meloloskan atau mengembalikan pengiriman ( ekspor) pangan di balai karantina masing-masing negara.