2.07.2006

Pupuk Spesifik Tanaman Padi, Naikan Rendemen Beras

Kesulitan petani mendapat pupuk pada saat musim tanam, sampai terjadinya kelangkaan saat menjelang dibutuhkan dalam selama beberapa tahun terakhir ini, terjawab sudah. Kini sudah tersedia kandungan urea, Tsp dan Kcl berikut hara makro sekunder Mg,S dan Ca dalam satu tablet kecil 3 gram. Dengan kandungan lengkap meliputi hara makro primer ( N,P,K), makro sekunder (Mg,S,Ca) dan mikro elemen esensial ( Fe, B, Bo, Mn, Zn, Cl) dan disajikan dalam bentuk tablet 3 gr, satu ha padi sawah sebagai contoh -sebagaimana rekomendasi hasil penelitian Balai Penelitian Padi ( Balitpadi ) Sukamandi- hanya memerlukan dosis pupuk Gramalet® Padi sebesar 120 kg - 160 kg saja per musimnya. Formula bagi tanaman Padi Palawija 22-7-11-24-3 + 1 ( mikro) ini terdaftar di Dep Pertanian RI No : T 903/BSP/II/2003 dan telah memiliki sertifikat mutu dan hak penggunaan Tanda SNI.


Dengan menjadikan urea, sebagai bahan baku pupuk majemuk tablet - yang memang diketahui para ahli kalau urea bersifat volatile ( cepat menguap ) dan higroskopis ( menyerap air), selayaknya dijadikan bahan baku pupuk majemuk dan bukannya pupuk itu sendiri. Mendistribusikan urea untuk kepentingan musim tanam 6 bulan kedepan, misalnya saja, akan sulit. Maka, selama ini urea hanya dipasok ke sentra-sentra pertanian saat menjelang musim tanam. Jadi BUMN penghasil urea ibarat restoran yang menyajikan saat jam makan saja atau dengan kata lain, distribusi urea bersifat by order.

Bagi petani, pengusaha beras dan bahkan pemilik sawah dan ladang luas kini bisa mendapatkan pupuk majemuk tablet Gramalet® Padi misalnya 1 ( satu) tahun sebelum musim tanam (MT) kalau mau. Kenapa ? Pasalnya, pupuk ini dapat bertahan dalam keadaan suhu kamar dan kemasan tidak bocor sampai 2 tahun. Keunggulan lainnya adalah kemampuannya menaikan rendemen beras. Diketahui bahwa keseimbangan unsur hara yang dikandung setiap tablet Gramaflet Padi Palawija akan membuat pertumbuhan vegetatif, generatif dan pengisian buah berlangsung secara sempurna. Pada tahap awal tanam, unsur hara Nitrogen - yang lebih cepat menguap (volatil) akan terserap untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan anakan sementara tahap primordia dan pengisian biji akan terserap P2O5. dari pengalaman menunjukan kepada petani yang menghasilkan beras dirasakan keuntungan yang nyata akibat naiknya rendemen beras dari 50- 55 % menajdi 60- 65% bahkan ada yang mampu mencapai 70%. Keunggulan ini akan sulit dirasakan bagi petani yang menjual bentuk gabah, kenaikan rendemen hanya dinikmati pedagang perantara atau pengusaha beras yang membeli gabah petani untuk menjualnya dalam bentuk beras. 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar