11.20.2010

Pemupukan Terpadu Tanaman Kopi

Kopi merupakan komoditi ekspor yang cukup menggembirakan karena mempunyai nilai ekonomis yang relatif tinggi dipasaran dunia, karenanya tanaman kopi ini adalah salah satu komoditas unggulan. Indonesia menjadi negara penghasil kopi terbesar didunia setelah Brasil dan Columbia. Dari sekitar 100 spesies tanaman kopi hanya dua yang memiliki nilai perdagangan penting, yaitu C. canephora ( menghasilkan kopi robusta) dan C. arabica ( menghasilkan kopi arabika). 

Pada umumnya tanaman kopi menghendaki tanah dengan lapisan atas dalam, gembur, subur, banyak mengandung humus, dan permeable, atau dengan kata lain tekstur tanah harus baik. Tanah yang tekstur / strukturnya baik adalah tanah yang berasal dari abu gunung berapi atau yang cukup mengandung pasir dan organik. Tanah yang demikian pergiliran udara dan air di dalam tanah berjalan dengan baik, tidak menghendaki air tanah yang dangkal, karena dapat membusukkan perakaran, sekurangnya kedalaman air tanah 3 meter dari permukaannya. Akar tanaman kopi membutuhkan oksigen yang tinggi, yang berarti tanah yang drainasenya kurang baik dan tanah liat berat adalah tidak cocok. Sebab kecuali tanah itu sulit ditembus akar, peredaran air dan udara pun menjadi jelek. Demikian pula tanah pasir berat, pada umumnya kapasitas kelembaban kurang, karena kurang dapat mengikat air.

Tablet Gramalet® Kopi adalah pupuk majemuk lengkap yang diformulasi dan diproduksi spesifik tanaman Kopi. Komposisi dan kandungan hara yang terkandung dalam setiap tablet ini membantu petani dan pengusaha perkebunan kopi guna mendapatkan berbagai unsur hara pupuk sekaligus. Dengan kandungan lengkap meliputi hara makro primer ( N, P, K) , makro sekunder ( Mg, S, Ca) dan mikro elemen esensial ( Fe, B, Bo, Mo, Mn, Zn, Cl) dan disajikan dalam bentuk tablet 10 gram, tablet Gramalet memiliki sifat melepas hara secara terkendali ( slow release fertilizer). Formula pupuk terdaftar pada Departemen Pertanian Republik Indonesia No: T905/ BSP/ II/ 2003 dan telah memiliki sertifikat dan Tanda SNI.

Dengan menggunakan pupuk majemuk lengkap Gramalet® Kopi, kebutuhan pupuk hanya 35 % dari total jumlah/ dosis pupuk tunggal yang biasa digunakan seperti Urea, SP-36 maupun KCl. Satu ha Kopi menghasilkan ( TM ) misalnya, hanya membutuhkan pupuk sekitar 100 – 200 kg/ ha/ tahun. Oleh karena itu, penggunaan tablet Gramalet® Kopi sangat efektif dan efisien guna meningkatkan pendapatan petani. Kebutuhan pupuk tunggal - sebagaimana rekomendasi instansi terkait kopi bagi tanaman kopi pada umur 7 ( TM-5) , misalnya, 243 kg Urea+ 216 kg SP dan 241 Kg KCl akan memiliki kesetaraan dengan hanya 200 kg pupuk Gramafix® Kopi. Contoh, pada tanaman kopi menghasilkan ( TM 5)  dosis  cukup150 gr/ phn/ thn atau 80 gr/ phn/ 6 bln, dapat dibuat 4 titik atau lubang, benamkan masing – masing 2 butir ( @ 10 gr) per lubang per 6 bln.

Perbedaan jumlah kg dosis rekomendasi pada penggunaan jenis pupuk tunggal 700 kg/ Ha/ dengan dosis Gramalet® Kopi hanya 200 Kg- karena efektivitas pupuk tabur di permukaan ( karena penguapan dan terbawa aliran air permukaan) - sebagaimana umumnya dilakukan petani pada umumnya adalah 30 persen ( LPT Bogor, 2001) , dan sebagian lainnya terbuang. Sementara lain diketahui, kandungan aktif Urea, SP-36 dan KCl masing-masing hanya 46 % , 36 % dan 60 % .

Dengan kalkulasi tersebut dapat dihitung peluang ketersediaan nutrisi adalah 92, 466 Kg atau setara dengan 13, 2 % . Itulah alasan mengapa kg dosis Gramalet® Kopi hanya 28, 6 persen ( 200 Kg dibandingkan 700 kg Kg/ Ha/ TH rekomendasi campuran aneka pupuk tunggal) . Berdasar pada cara perhitungan diatas, kebutuhan atau rekomendasi dosis pupuk Gramalet® Kopi bagi TM-1, TM-2, TM-3, TM-4 dan TM-5 berturut-turut per Ha/ Th adalah 70 Kg, 80 Kg, 120 Kg, 200 Kg dan 200 Kg. _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ 

Cara pemupukan dengan membuat parit melingkar pohon sedalam lebih kurang 10 cm, dengan jarak proyek tajuk pohon ( lebih kurang 1 m) . Atau, buat lobang pada lingkaran ( di piringan sekitar pangkal batang) , tentukan dan bor titik - titik/ lubang guna penempatan pupuk searah dengan keempat penjuru mata angin ( 4 titik atau sampai 8 titik) . Benamkan Gramalet® Kopi setengah dosis anjuran per tahun - yaitu dengan dibagi secara merata disetiap titik pada kedalaman 10-15 cm dari muka tanah. Pemupukan dilakukan sekali per 6 bulan atau 2 kali per tahun, bisa dilakukan pemupukan pada awal dan atau akhir musim hujan atau setiap saat sepanjang tanah kebun berada pada kondisi kelembaban minimal bagi reaksi pelepasan hara dari pupuk tablet. Setelah pupuk dibenamkan, lubang ditutup kembali, dianjurkan pada saat pemupukan, sekitar perakaran bersih dari rumput pengganggu ( gulma) .
 -------------------------------------
Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas kopi secara berkelanjutan adalah meningkatkan produksi dengan pemupukan tablet disertai memperbaiki kondisi lahan dengan pemberian pupuk organik. Penggunaan pupuk organik akan berdampak tidak saja dapat meningkatkan kadar hara tanah dan produktivitas tanaman kopi, juga mengendalikan serangan nematode parasit.

Pupuk organik kompos dapat dibuat sendiri dari bahan berupa limbah pertanian ( sisa sisa tanaman) maupun limbah industri pertanian. Aplikasi organik kompos dengan dimasukkan kedalam parit ( rorak) , berukuran ( 100x40x40 cm) pada jarak 75 cm dari pokok tanaman. Kompos akan membantu kodisi lahan yang disukai tanaman kopi antara lain lapisan atas dalam, gembur, subur, banyak mengandung humus, dan permeable. Penggunaan pupuk secara terpadu ( kombinasi pupuk organik dan anorganik) akan menaikan produktivitasnya yang kini masih rendah 500 kg/ ha/ thn guna mencapai potensi hasil sesuai genetisnya bisa mencapai 1500 kg/ ha/ thn*)




3 komentar:

  1. Anonim10:10 PM

    berapa dosis pupuk kompos bagi tanaman kopi ?

    BalasHapus
  2. pemanfaatan kompos bagi pertanian lebih didasarkan pada keinginan memelihara kesuburan tanah yang dinyatakan oleh kandungan C Organik. Semakin tinggi kandungannya, maka lahan kebun atau tanah itu disebut memiliki kesuburan yang baik. Ketika kita ingin membuat target kesuburan lahan naik, misalnya menaikan kandungan C Organik 2 % ( setelah diuji sebelumnya kandungan C organik lahan ternyata rendah < 2 %).

    BalasHapus
  3. Pada dasarnya, pemanfaatan kompos bagi pertanian lebih didasarkan pada keinginan memelihara kesuburan tanah yang dinyatakan oleh kandungan C Organik.

    BalasHapus